Login

Afiliasi

Polling

Komponen apakah yang paling sering rusak di motor tiger anda?
 

Komentar

Jambore Nasional IX HTCI
ayooo siapa nih JHTC yg ke Manado? JAMNAS coy, gw tunggu di Makassar d...
Baca selengkapnya..

1 Dekade Subang Tiger Own...
ayo dong brader... full team :)
Baca selengkapnya..

1 Dekade Subang Tiger Own...
mudah2an the blues ud bener listriknye :roll
Baca selengkapnya..

10 Helm Favorit Bikers
sorban.....naek onta aje.... :grin
Baca selengkapnya..

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini127
mod_vvisit_counterKemarin62
mod_vvisit_counterMinggu ini127
mod_vvisit_counterBulan ini789
mod_vvisit_counterTotal115574

Syndication



Subscribe  
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Indonesia Joomla Topsites
page rank
web statistics

Layar Utama
Jangan Biarkan Ganggu Pandangan PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh administrator   
Rabu, 03 Pebruari 2010

 

 

Selain kesadaran keselamatan di sektor kepala dan pengin gaya keren, beragam helm jadi pilihan rakyat bikers. Ada yang halfface atau fullface, ada yang kaca bening ada pula yang gelap. Nah, saat musim hujan begini, bukan hal aneh kalau tiba-tiba lagi asyik meluncur di jalan raya, brees...kena hujan gede. Setiap pengguna helm berhadapan dengan masalah sesuai helm yang dipakai.

Tentu berkait dengan gangguan pada pandangan mata. "Itu prinsip yang sangat penting. Pandangan jangan sampai terganggu dalam berkendara," terang Anggono Iriawan, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Bagi pengguna helm fullface, ada beberapa ancaman gangguan saat tiba-tiba hujan deras saat melintas. "Pengembunan pada kaca, atau air yang jadi titik besar pada kaca. Biasanya terjadi pada helm yang kualitas kacanya kurang bagus atau tidak ada antifog," terang AIR, panggilan beken Anggono Iriawan.

Upaya mengatasi pengembunan, bisa ditempuh lewat sedikit membuka kaca. Sehingga hawa panas reda karena ada udara yang lebih besar dari luar. "Enggak usah gede-gede, sedikit aja juga sudah bisa," jelas Anggono.

Ada lagi tuh tips sederhan lainnya. Biasanya, pengembunan saat berhenti di lampu merah. Soalnya, saat jalan ada suhu dingin dari lubang ventilasi yang bisa mengeliminir pengembunan.

"Saat motor berhenti, cara nafasnya agak dibedakan. Bibir bagian atas agak dimonyongin, bibir bawah ditarik ke dalam. Lalu arahkan nafas ke bawah. Itu membuat hawa panas dari nafas enggak menuju ke kaca," terang Rizky Mario, Supervisor Safety Riding PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Bagi pengguna kaca gelap, tidak ada toleransi. Ketimbang pandangan terganggu, musti buka tuh kaca. Biasanya dibuka sampai ke atas mata, jadi sisa kaca yang masih melambai, jadi pet yang menahan air yang turun deras dari depan. Tahu sendiri, kan helm fullface tidak semua pake pet.

"Tapi kalau dibuka mata sudah terganggu air dan angin, maka mendingan berhenti. Pandangan yang terganggu bisa jadi biang kecelakaan," ingat Kiki, panggilan akrab Rizky Mario.

Sebagai antisipasi, sudah semestinya saat hujan seperti ini pengendara tidak gambling menggunakan kaca gelap. "Apalagi kalau dia jalan di sore atau malam hari. Lupakan dulu gaya, yang Hujanpenting safety. Ganti aja pake kaca yang bening dan berkualitas. Sehingga tidak repot sendiri saat tiba-tiba hujan datang," papar Kiki, yang juga aktif ngurus balap.

Soal batasan kapan saatnya memutuskan pandangan sudah terganggu sehingga tidak bisa memaksa untuk terus jalan, bisa disadari oleh pengendara itu sendiri. "Prinsipnya, Kalau melihat ke depan atau kendaraan yang ada di depannya sampai di jarak kira-kira 10 meter ke depan sudah tidak jelas, maka itu riskan diteruskan," ingat Anggono lagi.

Kemudian, untuk mengatasi bintik air di permukaan kaca luar yang mengganggu pandangan, langkah dadurat bisa dilakukan dengan membersihkan dulu bagian kaca luar pakai sampo. Modal gopek, sudah bisa beli sampo saset di warung.

Em-Plus sudah coba itu saat turing Jawa-Bali. Ketika kaca luar bersih dan licin, potensi bintik air di kaca bisa mudah diatasi.

Penulis/Foto : Chuenk/David




  Jadilah yang pertama berkomentar
RSS Komentar

Hanya Angota Terdaftar yang dapat memberikan komentar.
Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

KESEPAKATAN NASIONAL HTCI

Berdasarkan Musyawarah Kerja Nasional HTCI ke 1 tahun 2010 yang diselenggarakan di Jakarta pada Hari Sabtu tanggal 20 Februari 2010 maka berikut ini kesepakatan nasional yang diputuskan:

A. Mengenai Tata Cara Pemberian Undangan Kegiatan Klub
  1. Klub yang mengadakan kegiatan/event yang berskala nasional atau provinsial, harus memperoleh rekomendasi tertulis mengenai kegiatan dan klub mana saja yang akan diundang pada kegiatan tersebut dari Pengda pada wilayahnya atau PP-HTCI bagi wilayah yang belum memiliki Pengda.
  2. Klub yang tidak boleh diundang adalah:
    (i) Klub anggota HTCI yang masih memiliki konflik dengan anggota HTCI lainnya berdasarkan rekomendasi dari Pengda terkait atau PP-HTCI bagi wilayah yang belum terbentuk pengda.
    (ii) Klub Tiger non-HTCI kecuali yang sudah dalam status anggota tidak penuh HTCI (ART pasal 18 ayat 1)
  3. Klub yang mengadakan event internal memiliki kebebasan untuk mengundang Klub non-Tiger berdasarkan prinsip independensi Klub.
  4. Jika Klub anggota HTCI tidak memberlakukan hal pada nomor 1 dan/atau nomor 2 maka sanksi berupa skorsing dari kegiatan resmi HTCI selama 1 tahun sejak surat keputusan sanksi diberikan oleh PP-HTCI.
  5. Klub yang melakukan event harus melakukan tindakan antisipatif agar Klub yang tidak diundang tidak memasuki area event.
Selengkapnya KLIK DI SINI

User Online

Tidak ada Anggota Online

Admin

 
050
 
131
 
182

Chatting

Advertorial


Customized by: @ bisot™ & ESHA - Design by ah-68 - Copyleft © 2010 JHTC
JHTC was Established Since 1996